Studio Press

Just another Blogger Blog

Pemilu Indonesia 2009 dalam WEBGIS

Pemilu Indonesia 2009 dalam juga memanfaatkan teknologi WEBGIS (Geograpic Information System / Sistem Informasi Geografis). Teknologi yang dimanfaatkan ini bertujuan menampilkan sebaran Suara Partai Politik di Seluruh Wilayah Pemilihan di Indonesia. Website WEBGIS ini tentunya sangat bermanfaat. Fungsi-fungsi WEBGIS diantaranya ditunjukkan olah gambar-gambar berikut :

Gambar 1 Menunjukkan Peta Konsentrasi Partai Politik

Gambar 2 adalah lanjutan gambar 1



Gambar 3 Menunjukkan Sebaran Suara Terbanyak.


Ayo Terus Maju Penggunaan Teknologi Indonesia!!

Tabulasi Data Pemilu di Website KPU

Kita dapat mengetahui langsung hasil Real Count KPU terkait suara terhadap Pemilu legislatif 2009 di website KPU pada link Tabulasi Nasional.

Kira kira kita dapat melihat grafik tabulasi seperti gambar berikut :


Hebat Pemilu sekarang sudah memanfaatkan teknologi komputerisasi terkini. Semua serba cepat dan tepat. Sukses selalu buat Indonesia!!

Halaman Web dengan CSS

Style sheets merupakan unsur yang sangat penting dalam membuat dynamic HTML. Meskipun bukan merupakan suatu keharusan dalam membuat web, akan tetapi penggunaan style sheets merupakan kelebihan tersendiri. Suatu style sheet merupakan tempat dimana anda mengontrol dan memanage style-style yang ada. Style sheet mendeskripsikan bagaiman tampilan document HTML di layar. Dapat disebut juga sebagai template dari documents HTML yang menggunakanya.

Misalnya membuat efek-efek spesial di web dengan menggunakan style sheet.
Secara teoritis bisa menggunakan style sheet technology dengan HTML, akan tetapi pada prakteknya hanya Cascading Style Sheet (CSS) technology yang support pada hampir semua web Browser. Karena CSS telah di standardkan oleh World Wide Web Consortium (W3C) untuk di gunakan di web browser.

Inline styles

Ada dua cara yang bisa digunakan untuk merubah style dari web page, yaitu dengan :
  1. Merubah inline style
  2. Menulis script untuk merubah style.
Dengan meggunakan inline style anda dapat membuat dynamic style tanpa harus menambahkan script ke web. Inline styles merupakan style yang bisa dipasang pada element web tertentu saja. Contohnya adalah jika ingin menambahkan style pada

Dengan meggunakan inline style anda dapat membuat dynamic style tanpa harus menambahkan script ke web. Inline styles merupakan style yang bisa dipasang pada element web tertentu saja. Contohnya adalah jika ingin menambahkan style pada <H1> dengan warna merah, harus mengeset attribut STYLE dari tag <H1>.
<H1 STYLE=”color:red”>
jika ingin menggunakan script untuk memodifikasi inline style, dapat menggunakan Style Object. Style Object mensupport semua property yang di support CSS untuk style. Untuk menggunakan property pada script :
  1. Hilangkan tanda hubung “-” dari property CSS Style
  2. Ganti huruf setelah tanda hubung menjadi Capital.
Contoh adalah dengan mengganti font-weight menjadi fontWeight, dan mengubah text-align menjadi textAlign.

Istilah-istilah dalam style sheet

a. Style rule

Cascading style sheet merupakan kumpulan aturan yang mendefinisikan style dari document. Sebagai contoh, membuat aturan style yang menentukan bahwa semua <H2> di tampilkan dengan warna orange.

b. Style sheet
Style sheet dapat dapat di embedded ke HTML document. Atau disebut embedded style sheet. Style sheet juga bisa dibuat sebagai external file dan di link ke document HTML. Style role bisa di kenakan pada bagian tertentu dari web page. Sebagai contoh, menentukan paragraph tertentu di tampilkan dengan style bold dan italic sementara yang lain tetap seperti biasa.

c. Selector
Pada style sheet, terdiri dari dua bagian, yaitu selector dan declaration. Selector merupakan bagian pertama sebelum dideklarasikan selector {declaration}.

selector { property1: value; property2:value, . . .}
H1{ color:green; background-color:orange}

d. Komentar dalam style sheets
Comments atau komentar biasanya di gunakan oleh programmer untuk memudahkan mengingat kembali script yang sudah di tulisnya, Comments di CSS hampir sama dengan comments di C atau C++ yaitu dengan menggunakan:

/* isi Comments */
Contoh:
H1 { color:blue;} /* H1 elements akan menjadi biru */
Tags.H1.color = “blue”; /* H1 elements akan menjadi biru */

e. Link ke sheet lainnya
Apabila menginginkan style yang sama untuk halaman HTML yang lain, disarankan memperguakan sheet-sheet terpisah namun satu dan lainnya terhubung dengan cara link. Dapat mengikuti cara berikut ini :

<link rel="stylesheet" href="style.css">


Kode tag untuk link ini ditempatkan di bagian "head" dokumen. Perintah rel perlu diatur dengan pernyataan "stylesheet" agar supaya browser dapat menemukan perintah href sebagai penunjukan ke alamat Web (URL) sheet.

Bahasa Pemrograman PHP

PHP adalah bahasa scripting yang menyatu dengan HTML dan dijalankan pada server side. Artinya semua sintaks yang diberikan akan sepenuhnya dijalankan pada server sedangkan yang dikirimkan ke browser hanya hasilnya saja. Berikut ini beberapa dasar-dasar pemrograman menggunakan PHP:

Variable
Dalam PHP setiap nama variable diawali tanda dollar ($). Misalnya nama variable a dalam PHP ditulis dengan $a. Jenis suatu variable ditentukan pada saat jalannya program dan tergantung pada konteks yang digunakan.

Struktur kontrol
Stuktur kontrol if
Konstruksi if digunakan untuk melakukan eksekusi suatu statement yang bersyarat. Cara penulisannya adalah sebagai berikut:

if (syarat)
{
statement
}
atau:
if (syarat)
{
statement
}
else
{
statement lain
}


Statemen kontrol while

Bentuk dasar dari statement While adalah sebagai berikut:

while (syarat)
{
statement
}


Arti dari statemant While adalah memberikan perintah untuk menjalankan statement dibawahnya secara berulang-ulang, selama syaratnya terpenuhi.

Statemen kontrol while

Cara penulisan statement FOR adalah sebagai berikut:

for (ekspresi1; ekspresi2 ; ekspresi3)
{
statement
}


ekspresi1 menunjukkan nilai awal untuk suatu variable ekspresi2 menunjukkan syarat yang harus terpenuhi untuk menjalankan statemant ekspresi3 menunjukkan pertambahan nilai untuk suatu variable

Statemen kontrol switch
Statement SWITCH digunakan untuk membandingkan suatu variable dengan beberapa nilai serta menjalankan statement tertentu jika nilai variable sama dengan nilai yang dibandingkan.

Struktur Switch adalah sebagai berikut:
switch (variable)
case nilai:
statement
case nilai:
statemant
.
.

Statemen kontrol require
Statement Require digunakan untuk membaca nilai variable dan fungsi-fungsi dari sebuah file lain. Cara penulisan statement require adalah:

require(namafile);


Statement Require ini tidak dapat dimasukkan diadalam suatu struktur looping misalnya while atau for. Karena hanya memperbolehkan pemangggilan file yang sama tersebut hanya sekali saja.

Statemen kontrol include

Statement Include akan menyertakan isi suatu file tertentu. Include dapat diletakkan didalam suatu looping misalkan dalam statement for atau while.

Lembaga Perkreditan Desa

Eksistensi Lembaga Perkreditan Desa Adat secara prinsip diatur dalam Awig-Awig Desa Adat, sehingga mengikat seluruh masyarakat desa adatnya. Status dan penggunaan nama Lembaga Perkreditan Desa telah diatur dalam ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Propinsi Bali yaitu Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2002 tentang Lembaga Perkreditan Desa yang dalam Pasal 2 Ayat (1) menyebutkan Lembaga Perkreditan Desa merupakan badan usaha keuangan milik desa yang melaksanakan kegiatan usaha di lingkungan desa dan untuk krama desa. (2) Masyarakat adat setempat maupun di luar desa adatnya dapat melakukan penyimpanan dana dan meminjam kredit pada Lembaga Perkreditan Desa Adat.

Pemberian kredit kepada masyarakat di luar desa adatnya telah bertentangan dengan Ketentuan dalam Pasal 7 Ayat (1) sub .b. Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2002 yang menyebutkan memberikan pinjaman hanya kepada krama desa.

Peran Lembaga Keuangan Mikro dalam Otonomi Daerah

Kebijakan Pemerintah Indonesia dibidang Otonomi Daerah, telah berpengaruh secara nyata terhadap sistem pemerintahan dan keuangan. Dari sentralisasi kepada desentralisasi. Hal tersebut sesuai dengan UU Nomor 22 tahun 1999, dimana pemberian kewenangan otonomi daerah tersebut adalah dalam wujud otonomi yang luas, nyata dan bertanggung jawab, termasuk dalam hal ini terutama adalah kewenangan dalam desentralisasi fiskal sebagaimana diatur dalam UU Nomor 25 tahun 1999.

Penerapan kebijakan desentralisasi fiskal mengandung suatu implikasi bahwa transfer dana ke daerah melalui dana perimbangan menunjukkan jumlah yang semakin besar, sehingga kemampuan keuangan daerah meningkat disertai dengan peningkatan kewenangan dalam pengelolaannya.

Dampak dari kebijakan otonomi daerah telah menimbulkan peluang peningkatan kegiatan perekonomian daerah, terutama di daerah luar Jawa, yang selama ini mengalami ketinggalan dibanding Jakarta atau Jawa. Kegiatan bisnis daerah yang semakin berkembang tersebut pada gilirannya akan menarik investor untuk menanamkan modalnya di daerah, termasuk dalam hal ini adalah lembaga keuangan mikro dan perbankan. Kehadiran mereka diharapkan akan semakin meningkatkan bisnis daerah yang bersangkutan, melalui berbagai produk yang ditawarkannya.

XHTML Generasi HTML Selanjutnya

Saat ini telah muncul bahasa generasi selanjutnya dari HTML yaitu XHTML (X-tensible HTML). Struktur XHTML ini pada prinsipnya hampir sama dengan HTML, hanya lebih terstruktur dan konsisten.

Berikut ini beberapa perbedaan antara HTML dan XHTML.
  1. Dalam HTML, penggunaan tag <html>, <head>, <body>, DOCTYPE tidak ada pengaruhnya, artinya dalam HTML tag-tag tersebut sifatnya optional (boleh ada, boleh tidak) dan tidak berpengaruh pada tampilan di browser. Namun dalam XHTML tag-tag tersebut harus ada. Apabila ketentuan tersebut dilanggar, maka akan terjadi efek tertentu pada tampilan di browser.
  2. Dalam HTML, tag-tag penutup misalnya </p> atau </i> dll, sifatnya optional. Namun pada XHTML tag penutup harus ada.
  3. Dalam HTML tag-tag yang berdiri sendiri (tanpa tag penutup), misalnya <img src="image.jpg"> tidak ada slash penutup. Sedangkan dalam XHTML slash penutup harus ada, misal <img src="image.jpg" />.
  4. Dalam HTML, nilai semua atribut dalam tag tidak harus diapit dengan tanda petik ganda (double quote), misal penulisan <img src=image.jpg alt=gambar> diperbolehkan. Namun dalam XHTML double quote harus mengapit nilai atribut, misal <img src="image.jpg" alt="gambar">.
  5. Dalam HTML penulisan semua tag boleh dalam huruf besar atau huruf kecil, misal <HEAD>. Namun dalam XHTML semua tag harus ditulis dalam huruf kecil, misal <head>.
  6. Dalam HTML, nilai yang sama dengan atribut akan diabaikan, misal <hr width=70% noshade>. Artinya dalam HTML untuk nama atribut yang sama dengan nilainya dapat ditulis dalam satu nama saja. Namun dalam XHTML, semua atribut dan nilai harus dinyatakan secara eksplisit, misal <hr width="70%" noshade="noshade">.

Melihat perbedaan-perbedaan di atas, maka XHTML sangat disarankan bagi desainer web yang menginginkan konsistensi dalam struktur konten halaman webnya. Selain itu, XHTML lebih kompatible untuk diintegrasikan dengan CSS (Cascade Style Sheet) dibandingan dengan HTML.
There was an error in this gadget

Labels

Message For Me

Alexa Rank

SEO Stats

Followers

FEEDJIT Live Traffic Feed